Form Login



Agenda Kegiatan Masjid

Jadwal Sholat Kota Jakarta

Polling

Frekuansi kunjungan Anda ke Masjid Baitul Ihsan:
 

Kalender Kegiatan

April 2018
M T W T F S S
26 27 28 29 30 31 1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 1 2 3 4 5 6

Galeri Foto Terbaru

Masjid Sult...
Image Detail

Al-Qur'an (mp3)

105. Al Fiil
106. Quraisy
107. Al Maa'un
108. Al Kautsar
109. Al Kaafiruun
110. An Nashr
111. Al Lahab
112. Al Ikhlas
113. Al Falaq
114. An Naas



Download Form Umroh Spesial
Beranda
Selamat datang di masjidbi.org
Mertuaku, Mengapa Engkau Begitu?
Senin, 02 Desember 2013 10:18

dakwatuna.com - Setiap anak lelaki kelak akan menikah dan membangun sebuah keluarga kecil bersama wanita yang telah dipilihkan oleh Allah untuknya. Tidak mudah memang ketika wanita pilihan hati ini mau tidak mau harus berhadapan dengan sang ibu mertua. Wanita yang telah melahirkan, menjaga, mengasuh dan mendidik pujaan hatinya tersebut. Tentu saja tidak ada yang mengalahkan perasaan seorang ibu terhadap anaknya. Ketika berbicara tentang dua perempuan yang sama-sama mencintai seorang lelaki, banyak terdapat ?perang dingin? di dalamnya. Ini merupakan hal yang tidak dapat dipungkiri lagi, saya yakin beberapa muslimah mengalami hal serupa di tahun-tahun awal pernikahan.

 
Tujuan-Tujuan Mulia Menikah dan Berkeluarga
Senin, 11 November 2013 12:54


dakwatuna.com - Menikah dan berkeluarga itu bukan persoalan keinginan seseorang. Oleh karena itu, lelaki dan perempuan lajang tidak perlu ditanya apakah mereka ingin menikah atau tidak, karena menikah itu bukan soal ingin. Kalau menikah dipahami hanya persoalan ingin, maka ada orang tidak mau menikah dengan alasan tidak ingin, dan ada orang yang menikah setiap hari karena selalu ingin. Menikah adalah tugas peradaban, karena hanya dengan pernikahanlah akan lahir peradaban kemanusiaan yang mulia di masa depan.

 
Menyiasati Kegundahan Hati
Minggu, 10 November 2013 21:21



"Tidak ada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan tidak pula pada dirimu sendiri, melainkan telah tertulis pada kitab Lauhul Mahfudz sebelum kami menciptakannya. Sesunggguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah, (kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu dan supaya jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikanNya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri." (QS Al-Hadid [57] : 22-23)

Tahukah anda tentang sesuatu yang paling banyak menyita fikiran, waktu dan tenaga yang berakibat mengurangi kemampuan akal dan merusak ibadah? Itulah perasaan cemas. Cemas terhadap sesuatu yang belum terjadi, yang berkaitan dengan urusan duniawi. Padahal sudah jelas, perasaan cemas, apalagi berlarut-larut tidak akan membuahkan penyelesaian, semakin membuat hati betambah sengsara dan menderita. Padahal hidup ini sungguh teramat singkat. Kapan lagi kita akan merasakan kebahagiaan apabila dari hari ke hari yang terkumpul adalah kecemasan yang berujung pada kegelisahan dan hilangnya perasaan nikmat dalam menjalani hari-hari kehidupan ini?

 
Kisah Muthi'ah
Senin, 11 November 2013 10:37


"Sungguh luar biasa! Benarlah kata ayahku, engkau perempuan berbudi baik." kata Fatimah terkagum-kagum.

Tidak lama sebelum itu...
"FATHIMAH anakku, maukah engkau menjadi seorang perempuan yang baik budi dan istri yang dicintai suami?" tanya sang ayah yang tak lain adalah Nabi SAW. "Tentu saja, wahai ayahku"

"Tidak jauh dari rumah ini berdiam seorang perempuan yang sangat baik budi pekertinya. Namanya Muthi'ah. Temuilah dia, teladani budi pekertinya yang baik itu".

Gerangan amal apakah yang dilakukan Muthi'ah sehingga Rasulpun memujinya sebagai perempuan teladan? Maka bergegaslah Fathimah menuju rumah Muthi'ah dengan mengajak serta Hasan, putra Fathimah yang masih kecil itu.

Begitu gembira Muthi'ah mengetahui tamunya adalah putri Nabi besar itu. "Sungguh, bahagia sekali aku menyambut kedatanganmu ini, Fathimah. Namun maafkanlah aku sahabatku, suamiku telah beramanat, aku tidak boleh menerima tamu lelaki di rumah ini."

 
Gambaran Surga Menurut Al-Qur'an dan As-Sunnah
Kamis, 07 November 2013 16:46


Surga itu adalah tempat kenikmatan yang kekal sempurna yang tidak ada didalamnya kekurangan sama sekali. Ia disediakan ALLAH bagi mereka yang mentaati Perintah-Nya dan tidak mengingkari Kebenaran yang dibawa Rasul-Rasul-Nya, yakni orang-orang yang beramal shaleh semasa hidup didunia.

Tidak ada kenikmatan didunia yang dapat menandingi kenikmatan yang disediakan ALLAH didalamnya. ALLAH SWT didalam hadits Qudsi yang diriwayatkan oleh Imam Al Bukhari dari Abu Hurairah :

"Aku sediakan bagi hamba-hamba-Ku yang shaleh segala sesuatu yang tidak pernah terlihat oleh mata, tidak pernah terdengar oleh telinga dan tidak pernah terlintas dalam hati manusia" Kemudian Rasulullah bersabda, "bacalah jika kalian mau"
 
<< Awal < Kembali 101 102 103 104 105 106 107 108 Lanjut > Akhir >>

Halaman 106 dari 108